Beranda Jakarta Mahfud MD: Cerdiknya Prabowo Pertahankan Listyo Sigit

Mahfud MD: Cerdiknya Prabowo Pertahankan Listyo Sigit

oleh Redaksi Derap News
0 komentar 10 tayangan

Jakarta, Derap News.com –
Mantan Menko Polhukam Mahfud MD menilai bahwa pergantian Kapolri dari Jenderal Listyo Sigit Prabowo kepada Komjen Suyudi Ario Seto merupakan langkah strategis Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Mahfud, pemindahan Listyo Sigit ke posisi Kepala Staf Kepresidenan (KSP) adalah cara cerdik Presiden Prabowo agar mantan Kapolri tersebut tidak bergerak atau mengganggu dari luar. KSP tidak memiliki fungsi eksekutif yang besar atau kekuatan politik yang mandiri di luar kendali presiden, sehingga cocok untuk “mengurung” figur tertentu.

“Penempatan tersebut membuat Listyo Sigit dan sejumlah jenderal yang sebelumnya berada di lingkarannya tetap berada dalam radar pemerintahan,” ungkapnya Rabu (7/10/2026).

Mantan Menko Polhukam menilai, penempatan Listyo Sigit di KSP sebagai bagian dari strategi politik Presiden Prabowo Subianto. Langkah tersebut membuat mantan Kapolri beserta sejumlah jenderal yang sebelumnya berada di lingkaran kepolisian tetap berada dalam struktur pemerintahan.

Pendekatan tersebut merupakan salah satu cara politik untuk menjaga tokoh-tokoh yang memiliki pengaruh tetap berada dalam sistem pemerintahan. Dengan demikian, berbagai kemungkinan manuver dari luar pemerintahan dapat dihindari.

“Penempatan Listyo Sigit dan sejumlah jenderal yang sebelumnya berada di lingkarannya tetap berada dalam radar pemerintahan. Karena kalau dilepas di luar itu kan bisa mengganggu bisa mengganggu. Kurung saja di sini,” jelas pakar hukum tata negara tersebut.

Selanjutnya kata Mahfud, langkah ini sebagai sinyal kuat bahwa Presiden Prabowo ingin menunjukkan sikapnya sebagai seorang pemimpin yang mandiri dan tegas dalam mengendalikan pemerintahan.

Dinamika pergantian Kapolri pada periode sebelumnya tidak selalu berlangsung mulus. Terdapat tarik-menarik kepentingan politik yang dapat memengaruhi proses penentuan pucuk pimpinan kepolisian.

Pengumuman yang dilakukan tanpa banyak informasi sebelumnya bukan sekadar persoalan teknis komunikasi pemerintah. Ia menduga pola itu dipilih agar proses pergantian tidak kembali tersendat seperti yang disebutnya pernah terjadi dalam sejumlah pergantian Kapolri sebelumnya

“Pengumuman yang tiba-tiba itu, menurut saya, dimaksudkan agar tidak ada lagi ruang untuk pihak tertentu mengganjal prosesnya. Agar proses tersebut berjalan lancar,” tutup Mahfud

(Roland/Lydia)

Kamu mungkin juga suka

Tinggalkan Komentar

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
-
00:00
00:00
Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00