Kades Suraya Sukses Terapkan Anggaran Dana Desa untuk Kemajuan Masyarakat

Buol, Derap News.com-
Sosok Kepala Desa (kades) perempuan membuktikan kemampuan dalam membawa perubahan positif dan membangun desa yang maju, inovatif, serta inklusif. Meskipun kepemimpinan perempuan di tingkat desa masih tergolong terbatas, kiprah mereka sering kali membawa dampak signifikan.

Mega Makur’ Kades Suraya, Kecamatan Momunu, Kabupaten Buol, Provinsi Sulawesi Tengah ( Sulteng) salah satu Srikandi yang di kenal tekun membangun desanya.

Desa Suraya merupakan salah satu desa yang berada di wilayah Kecamatan Momunu paling ujung dan agak terpencil yang tentunya butuh sosok pemimpin yang telaten (sabar, teliti, tekun) sangat krusial untuk membangun desa agar berkelanjutan.

Mega Makur’ adalah sosok kades yang telaten artinya mampu memahami kebutuhan warga secara mendalam, mendengar aspirasi, dan merangkul semua pihak.

Ia sangat teliti dalam mengelola anggaran yang besar agar transparan, akuntabel, dan tepat sasaran dan
membimbing perangkat desa dan warga (termasuk anak muda) untuk aktif berpartisipasi, bukan hanya sekadar instruksi.

Kades Suraya berhasil menunjukkan keberhasilan dalam mengelola dan menerapkan anggaran dana desa. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata dari komitmen untuk memajukan pembangunan desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa Suraya dengan jumlah penduduk 627 jiwa yakni, pria 344 jiwa, wanita 283 jiwa serta Kepala Keluarga (KK) 176.

Penggunaan anggaran dana desa telah dialokasikan secara transparan dan tepat sasaran untuk berbagai sektor penting, seperti Pembangunan Infrastruktur, Renovasi fasilitas umum, Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat, Pelatihan keterampilan kerja, Bantuan langsung tunai (BLT) kepada penerima manfaat. Hal tersebut dikatakan Mega Makur’ kepada Derap News.com diruang kerjanya, Rabu (29/04/2026

Menurut dia penggunaan dana desa sesuai kebutuhan umumnya merujuk pada prinsip pengelolaan yang fleksibel, namun tetap harus mengacu pada Prioritas Penggunaan Dana Desa yang ditetapkan pemerintah pusat. khususnya untuk tahun anggaran 2026 yang berfokus pada penanganan kemiskinan ekstrem, ketahanan pangan, dan pembangunan infrastruktur desa seperti jalan desa.

“Keberhasilan ini tidak lepas dari partisipasi aktif masyarakat Desa Kawitan dan kerja sama yang solid antara pemerintah desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan berbagai pemangku kepentingan. Transparansi dan akuntabilitas menjadi prinsip utama kami dalam mengelola dana desa.” ujarnya.

Ia mengatakan, upaya transparansi dalam penggunaan anggaran telah didukung dengan pelaporan secara berkala melalui musyawarah desa serta media informasi lokal. Hal ini memastikan bahwa masyarakat dapat mengetahui perkembangan penggunaan dana desa sekaligus memberikan masukan yang konstruktif.

“Dengan alokasi yang tepat, Desa telah menunjukkan bahwa dana desa dapat menjadi instrumen penting dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan dan inklusif” jelas Mega

Dengan cara mengedepankan hasil musyawarah dengan Masyarakat beserta Ketua dan anggota BPD yang telah disepakati, pengelolaan anggaran dana desa yang ada pasti akan memberikan dampak positif terhadap masyarakat setempat

“Beberapa usulan warga telah dicatat saat kami melaksanakan musdes tahun lalu. Melalui anggaran dana desa (DanDes) dari beberapa program kerja fisik maupun non fisik semua telah terealisasi dengan baik termasuk jalan pertanian,” sebutnya

Lebih lanjut, Mega menyampaikan pemanfaatan dana desa harus harus dilakukan secara efektif dan tepat sasaran. Dana desa yang telah dikucurkan bisa digunakan untuk pelaksanaan program inovasi desa yang yang harus ditentukan bersama.

Pembuatan program inovasi desa harus dirancang dengan seksama. Program tersebut harus bisa memberi manfaat kepada masyarakat secara langsung maupun tidak langsung.

“Program inovasi desa harus disesuaikan dengan keadaan dan kebutuhan dari desa tersebut. Pada dasarnya desa adalah sumber kekuatan ekonomi nasional. Masih banyak potensi terpendam yang ada di desa yang perlu digali bersama,” tutup Kades Suraya Mega Makur

Redaksi****

Related posts

Meskipun Kades Hanya Pjs Kurun Waktu 3 Tahun, Pemdes Jatimulya Terus Menunjukan Komitmen Kuat Dalam Memajukan Desa

Pemdes Jatimulya Terus Genjot Pembangunan Infrastruktur Dasar Masyarakat

Desa Jatimulya Menjadi Pelopor Program Internet Gratis Pertama di Kabupaten Buol, Sukses Wujudkan Program Internet Gratis bagi Seluruh Warganya