M. Singara: Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu Untuk Melahirkan Generasi Cerdas & Berkarakter

Buol, Derap News.com –
Untuk meningkatkan mutu pendidikan proses pembelajaran pendidikan harus dengan Metode Deep Learning (Pembelajaran Mendalam). Tantangan
besar dalam meningkatkan mutu, terutama terkait literasi, numerasi, dan keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS). Berdasarkan PISA 2022, sebagian besar peserta didik masih berada pada tingkat berpikir rendah (LOTS), dengan kurang dari 1% mencapai HOTS. Oleh karena itu, pendekatan Pembelajaran Mendalam (PM) menjadi penting untuk menyiapkan peserta didik menghadapi tantangan masa depan,agar terbentuknya generasi emas yang unggul, berkarakter, kreatif, dan inovatif untuk menghadapi tantangan zaman sebagaimana Visi Indonesia 2045. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Buol, Muhammad Singara saat ditemui diruang kerjanya, Kamis (29/ 01/2026)

Ia mengatakan Pembelajaran Mendalam adalah pendekatan yang memuliakan, berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Pembelajaran tersebut mengembangkan olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga secara holistik, menciptakan pengalaman belajar yang autentik dan relevan.

Guru dan peserta didik saling menghargai, menanamkan nilai moral, dan mengasah kemampuan intelektual, emosional dan spiritual serta fisik. Metode Deep Learning ( Pembelajaran Mendalam) adalah salah satu cabang dari machine learning (pembelajaran mesin) yang menggunakan jaringan saraf tiruan untuk menganalisis data dalam jumlah besar.

Untuk meningkatkan mutu pendidikan, PM adalah solusi terbaik, menawarkan potensi yang luar biasa untuk meningkatkan proses pembelajaran dan pengajaran.

“Pembelajaran Mendalam dapat diterapkan dalam pembelajaran, kurikulum, dan strategi pembelajaran yang lebih efektif, serta peran Guru dalam memfasilitasi pengembangan karir guru melalui pelatihan yang inovatif,” ujarnya

Singara menyebutkan, Pembelajaran Mendalam menekankan pembelajaran yang holistik, berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan, sehingga peserta didik menjadi individu yang kritis, kreatif, mandiri, dan mampu berkolaborasi.

Dengan penerapan PM, pendidikan Indonesia dapat menyiapkan generasi yang kompeten, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan global. PM dapat mendorong anak didik berpikir kritis, pemecahan masalah, kreativitas, dan komunikasi.

“Menghasilkan peserta didik yang tidak mudah menyerah (memiliki daya juang), mampu memberikan solusi, memiliki karakter kuat, serta siap menghadapi tantangan global,” jelas Kadis

Selanjutnya kata Kadis, Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) adalah pendekatan pendidikan yang menekankan pemahaman utuh, bermakna, dan relevan, bukan sekadar hafalan, dengan mengintegrasikan olah pikir, hati, rasa, dan raga secara holistik agar siswa kritis, kreatif, dan mampu menerapkan ilmu dalam konteks nyata, sejalan dengan filosofi Kurikulum Merdeka untuk membentuk karakter dan kompetensi yang kuat.

Pendidikan masa kini menuntut lebih dari sekadar transfer pengetahuan. Di tengah perubahan zaman yang dinamis, sekolah dituntut melahirkan peserta didik yang tidak hanya cerdas secara kognitif, tetapi juga tangguh, reflektif, dan mampu berkontribusi di tengah masyarakat. Salah satu pendekatan yang hadir menjawab tantangan ini adalah Pembelajaran Mendalam (Deep Learning).

“Pembelajaran Mendalam adalah pendekatan belajar yang menempatkan peserta didik sebagai pusat proses belajar. Bukan hanya mengejar nilai atau menghafal materi, pendekatan ini menekankan, proses berpikir kritis, kolaborasi, refleksi, dan keterhubungan antara pembelajaran dengan kehidupan nyata,” terangnya

Lebih jauh Singara menerangkan, pembelajaran mendalam memiliki potensi besar untuk merevolusi pendidikan, baik dalam pengajaran maupun pembelajaran. Dengan integrasi yang tepat dalam kurikulum dan strategi pembelajaran yang efektif, guru dapat meningkatkan kualitas pendidikan yang mereka berikan.

Pembelajaran Mendalam adalah sebuah pendekatan pembelajaran yang menekankan pada pemahaman utuh, bukan sekadar penguasaan fakta atau hafalan. Dalam pendekatan ini, siswa diajak untuk menyelami konsep secara komprehensif dengan mengaitkannya ke berbagai konteks, memaknai materi, serta mengalami pembelajaran yang menyenangkan dan penuh makna.

“Pembelajaran Mendalam bukan sekadar metode, melainkan filosofi pendidikan. Filosofi yang menghidupkan kembali esensi belajar sebagai sarana membangun diri, menumbuhkan daya cipta, dan mempersiapkan masa depan,” tutup Muhammad Singara

Related posts

Pemkab Buol, Tancap Gas Siapkan Rumah Layak Huni bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Tancap Gas Sediakan Rumah Layak untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Sarif Badalu: Pemda Kabupaten Tak Punya Wewenang Keluarkan Izin Galian C