Banjir dan Longsor Terjang Paleleh Barat, Rumah, Sekolah Terdampak. Jalur Trans Sulawesi Sempat Tertutup

Buol, Derap News.com –
Cuaca buruk menyebebkan terjadinya banjir dan tanah longsor melanda sejumlah desa di Kecamatan Paleleh Barat, Kabupaten Buol, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Senin (8/12/2025). Pantauan media ini dilapangan, empat rumah warga dan fasilitas pendidikan terendam banjir, sementara material longsor sempat menutup sebagian jalur Trans Sulawesi. Peristiwa ini terjadi setelah curah hujan ekstrem pada Minggu malam.

Kapolsek Paleleh Iptu Ridwan, S.IP dalam keterangan persnya mengatakan, Desa Lunguto dan Harmoni menjadi lokasi terdampak banjir akibat meluapnya air sungai. Ketinggian air dilaporkan mencapai sekitar 40 sentimeter, menggenangi pemukiman warga dan fasilitas publik.

“Banjir ini menyebabkan empat rumah warga tergenang. Selain itu, tiga ruang kelas SMP Negeri 2 Paleleh Barat juga ikut terdampak dan digenangi air,” ujar Ridwan.

Ia menambahkan, bahwa kondisi banjir di kedua desa tersebut telah surut pada pagi hari, dan situasi dinyatakan aman serta terkendali.

Sementara itu, di Desa Timbulon, terjadi bencana tanah longsor di tiga titik sepanjang Jalan Trans Sulawesi. Meskipun material longsor sempat menutup sebagian badan jalan, jalur tersebut dikonfirmasi masih dapat dilalui oleh semua jenis kendaraan.

Namun, longsor tersebut turut merusak satu rumah warga di Dusun IV, milik warga, Zainudin. Material longsor dilaporkan masuk ke dalam lantai rumah dengan ketinggian sekitar 20 sentimeter.

“Akibat kerusakan ini, Zainudin dan keluarga saat ini terpaksa mengungsi ke rumah kerabat mereka yang berada di Dusun I Desa Timbulon,” tutur Kapolsek

Selanjutnya kata Kapolsek, personel Polsek Paleleh, dipimpin langsung oleh Ps. Kanit Binmas, Bripka Johan, segera turun meninjau lokasi bencana di tiga desa—Harmoni, Lunguto, dan Timbulon—sejak pukul 06.00 WITA. Peninjauan ini dilakukan untuk memetakan dampak dan memastikan keamanan warga.

“Bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan penanganan lebih lanjut,” tutup Iptu Ridwan Kapolsek Paleleh***

Related posts

Moh. Romi: Destructive Fishing Butuh Penanganan Serius dan Kalaborasi

Mutasi di Internal Polri, Hal Wajar Untuk Penyegaran, Namun Mutasi Kapolsek Paleleh Dinilai Tidak Wajar

Meskipun Kades Hanya Pjs Kurun Waktu 3 Tahun, Pemdes Jatimulya Terus Menunjukan Komitmen Kuat Dalam Memajukan Desa