Buol, Derap News.com-
Himpunan Pengusaha Mudah Indonesia (HIPMI) Kabupaten Buol, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) memosisikan diri sebagai mitra strategis pemerintah, baik pusat maupun daerah, dalam menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Organisasi ini berfokus pada peningkatan kualitas, kapasitas, dan keterampilan pengusaha muda di daerah melalui berbagai pelatihan dan pendidikan, serta membuka akses pasar dan permodalan yang lebih luas.
HIPMI menekankan pentingnya kolaborasi antaranggota, pemerintah daerah, dan BUMN/BUMD untuk mencapai kemajuan ekonomi yang berkelanjutan di daerah.
Secara keseluruhan, tujuan utama HIPMI adalah memberdayakan pengusaha muda di seluruh Indonesia agar dapat memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian bangsa secara merata, mulai dari tingkat daerah hingga nasional. Hal tersebut, disampaikan Ketua Badan Pengurus Cabang (BPC) HIIPMI kabupaten Buol, Sadat Al-Hapsi kepada Derap News.com saat ditemui diruang kerjanya Selasa (18/11/2025)
Menurut dia, HIPMI meyakini, reformasi regulasi dan perbaikan iklim investasi akan membuka ruang bagi masuknya investor baru dan memperkuat kinerja pelaku usaha yang sudah beroperasi secara berkesinambungan.
Langkah nyata seperti realokasi sumber daya program jangka pendek sangat penting dilakukan agar tercipta dampak langsung terhadap penciptaan lapangan kerja dan peningkatan konsumsi nasional.
Pentingnya percepatan belanja strategis untuk memberikan stimulus terhadap perekonomian, menjaga momentum pertumbuhan, serta memperkuat fondasi ekonomi yang inklusif dan berdaya saing tinggi.
“Tentunya yang harus dilakukan seperti di Kabupaten Buol tersedianya hotel standar, pesawat agar para investor tertarik untuk berinvestasi di daerah kita”
“Saat ini, yang lebih diutamakan adalah realokasi sumber daya program berorientasi jangka pendek yang berdampak langsung bagi penciptaan lapangan kerja dan daya beli masyarakat. Percepatan belanja Pemerintah menjadi harga mati untuk menstimulus ekonomi,” ujarnya
Ia mengatakan, penciptaan lapangan kerja juga menjadi prioritas untuk menjaga stabilitas ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan melalui berbagai program produktif dan inklusif.
Reformasi regulasi dan perbaikan iklim investasi akan membuka ruang bagi masuknya investor baru dan memperkuat kinerja pelaku usaha yang sudah beroperasi secara berkesinambungan.
“Langkah nyata seperti realokasi sumber daya program jangka pendek sangat penting dilakukan agar tercipta dampak langsung terhadap penciptaan lapangan kerja dan peningkatan konsumsi nasional,” ungkapnya
Selanjutnya kata Sadat, dengan adanya jaringan ini, para pengusaha dapat berbagi informasi, peluang bisnis, serta saling mendukung dalam menghadapi tantangan. Kolaborasi antar pengusaha sering kali menghasilkan produk baru atau model bisnis yang lebih efisien, yang pada akhirnya dapat meningkatkan perekonomian lokal.
Penguatan peran UMKM dalam industri komoditas dan ekonomi nasional. Berbagai kegiatan, seperti kolaborasi dengan pemerintah daerah untuk mengangkat produk lokal, dilakukan untuk meningkatkan daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah.
“HIPMI juga memberikan perhatian khusus pada sektor-sektor yang dianggap tulang punggung ekonomi, seperti sektor pariwisata, kuliner, harus dikembangkan agar perekonomian masyarakat semakin meningkat,” tutupnya
