Buol, Wakil Bupati Buol, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) Dr. Moh. Nasir Dj. Daimaroto SH, MH bersama Tim Terpadu melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah distributor beras. Sidak ini merupakan antisipasi dugaan ketidaksesuaian berat beras dalam kemasan yang beredar di pasaran. Jum’at (19/9/2025)
Nasir menegaskan, langkah ini merupakan pelaksanaan instruksi Presiden RI dan Menteri Perdagangan dalam memastikan hak-hak konsumen terpenuhi secara adil, khususnya terkait kualitas dan kuantitas pangan pokok seperti beras.
“Alhamdulillah, dari hasil pengecekan hari ini, hampir 100 persen sampel yang kami uji menunjukkan kesesuaian takaran dengan yang tertera di kemasan. Kalaupun ada selisih, itu berasal dari stok lama sebelum adanya instruksi ini,” jelas Wakil Bupati

Nasir menambahkan, pengawasan akan terus dilakukan secara rutin guna menjamin masyarakat memperoleh produk pangan yang sesuai standar.
“Kami ingin masyarakat mendapatkan beras sesuai kualitas dan takaran yang sebenarnya. Baik beras medium maupun premium, harus jelas dan sesuai isi kemasan,” tegasnya.
Wabub mengatakan, bahwa sidak ini merupakan langkah tegas pemerintah untuk memastikan ketersediaan beras sebagai kebutuhan pokok masyarakat tetap aman dan harga terjaga stabil di tengah isu kelangkaan stok beras premium.
“Kami turun langsung untuk memastikan stok beras aman. Masyarakat tidak perlu panik karena beras medium termasuk dari Bulog, masih tersedia melimpah di pasar tradisional,” ujar Nasir
Senada dengan itu Plt, Kasat Pol PP Kabupaten Buol, Nasir L Andimaka S.Sos dengan tegas meminta pelaku usaha untuk tidak melakukan praktik menimbun atau mengambil keuntungan berlebihan. Dengan mengingatkan distributor agar tidak menaikkan penjualan beras di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Saya mengajak masyarakat tidak segan melaporkan praktik penimbunan atau pelanggaran penjualan harga beras kepada Pol. PP.
Jangan sampai ada yang memanfaatkan situasi untuk menaikkan harga. Pol. PP siap menindak pelaku yang melanggar,” tegasnya.
Nasir menambahkan, selain menjaga stabilitas pangan, sidak ini mencerminkan komitmen Pemda Buol untuk menjaga harga tetap terjangkau dan mengingatkan para distributor agar tidak mencoba bermain curang, pentingnya transparansi dan kejujuran dalam bisnis pangan.
“Kami ingin warga Buol sejahtera tanpa beban harga pangan yang tidak wajar. Mari bersama menjaga stabilitas harga ini. Kami akan bertindak tegas jika ditemukan pelanggaran. Tapi pendekatan awal kami tetap pembinaan,” tegas Nasir

Sementara itu, Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat ( Tibum) Heris N Kadir
mengimbau masyarakat untuk aktif melapor apabila menemukan dugaan kecurangan dalam takaran atau kualitas beras yang dibeli.
Terkait isu beras oplosan, Heris menyebut hingga saat ini belum ditemukan indikasi di wilayah Kabupaten Buol. Namun, pengujian sampel akan terus dilakukan secara intensif untuk mengantisipasi segala bentuk pelanggaran.
“Kami siap menerjunkan tim intelijen bila dibutuhkan, demi memastikan pengawasan berjalan maksimal dan tidak kecolongan,” tegasnya.
Heris mengatakan sebagai langkah lanjutan, Tim ini akan bertugas memantau dan mengawasi jalur distribusi pangan agar tetap aman dan terkendali.
“Kolaborasi lintas daerah ini penting agar distribusi pangan, khususnya beras, bisa benar-benar terjaga dari hulu ke hilir,” pungkas Heris
